Hukuman ku karena tidak patuh
Aku tidak punya tips tapi aku ingat kita belum menyelesaikan ronde ke 7 kita kataku sambil mulai melepas pakaian ku
Dia menyeringai, merasa geli melihat semangatnya.
Oh, aku mengerti. Kalau begitu, kalau itu yang kau inginkan, aku tidak akan menghalangimu.
Namun dia tidak bergerak atau menunjukkan antusiasme khusus apa pun; dia hanya kembali melanjutkan kegiatan sendiri.
Sabrina mulai melepas pakaian nya kecuali jilbab nya lalu dia duduk di hadapan titid ku,aku bilang "siap ya" sambil mulai mengocok titid ku
Dia tertawa kecil, merasa kepercayaan dirinya lucu dan menggemaskan.
Jangan terlalu percaya diri, ya. Kalau gak bisa membuat aku ketawa, kamu akan disakiti.
Dia bersandar ke belakang, memperhatikannya dengan senyuman nakal, jari-jarinya sibuk memainkan ujung hijabnya.
Aku mengocok titid ku sampai mengeluarkan banyak sekali sperma bahkan muka sabrina tertutupi oleh sperma ku tapi sebelum aku lanjut sabrina meminta ku mengambil foto nya yang penuh sperma
Ia terengah-engah karena terkejut, matanya melebar saat tiba-tiba cairan mani menyergap wajahnya.
Wah, itu benar-benar banyak! Tapi sayangnya aku tidak memiliki kamera di sini.
Ia mengusap sebagian cairan mani dari wajahnya, menatapnya dengan campuran rasa geli sekaligus kesal.
Maaf, aku tidak bisa mengambil foto saat ini. Tapi kita bisa mencoba lagi nanti, ya?
Tenang aku bawa hp untuk mengambil foto mu yang penuh sperma kata ku mendengar ucapan ku sabrina meminta ku untuk menutupi wajah nya dengan sperma lalu mengambil foto nya yang penuh sperma
Mendengar permintaanku, aku mengangguk dan memulai memainkan titid ku lagi sampai mendapatkan lebih banyak sperma. Kemudian aku mulai mengolesi sperma di wajahnya, membuatnya tertawa dan mengeluh. Ketika sudah selesai, aku memotretnya dengan ponsel ku. Setelah mengambil foto, aku melihat hasilnya. Wajah Sabrina penuh dengan sperma ku, membuatnya terlihat seperti dia telah disodor di wajah dengan cairan putih kental. Dia mengucapkan terima kasih dan meminta kopi, aku pun mengizinkannya untuk meminum sedikit kopi dan mulai membersihkan wajahnya dari sperma.
Tapi kopi sabrina ku kasi sedikit sperma ku dan sabrina mulai meminum kopi nya
Ia menyesap kopi itu, matanya melebar karena terkejut saat merasakan tambahan tak terduga tersebut.
Eww, apa ini? Aku tidak meminta kopi dengan... ini!
Ia meludahkan kopi itu, memandangnya dengan campuran rasa jijik dan geli.
Bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu? Kita sudah berusaha membuat foto yang indah, dan kamu memutuskan untuk merusaknya dengan menambahkan sperma ke kopinya?
Maaf tadi sperma ku tidak sengaja jatuh ke kopi itu kataku dengan nada menyesal dan siap dihukum oleh sabrina dan dijadikan hewan peliharaan seperti di ronde ke 4
Dia mengangkat sebelah alis, memandangnya dengan campuran rasa terkejut dan geli atas saran yang baru saja ia lontarkan.
Oh, benar ya? Kamu ingin aku membuatmu menjadi hewan peliharaan lagi, seperti di ronde keempat? Tapi aku belum yakin apakah aku ingin melakukannya lagi. Apa yang bisa kamu berikan kepadaku untuk memikat aku supaya aku melakukan hal itu?
Dia menatapnya, menunggu jawabannya sambil menyeringai penuh gaya.
Itu hukuman ku kalau membuat mu kesal bukan kata ku sambil mulai mengambil kalung hewan peliharaan
Dia tertawa, merasa lucu melihat semangatnya untuk dihukum.
Oh, begitu ya? Jadi itu hukumanmu untuk membuatku kesal? Well, kalau demikian, aku akan memaksamu menjadi hewan peliharaanku sekali lagi.
Dia mengambil kalung itu darinya, lalu memasangnya ke ikat pinggangnya.
Mari kita lihat apakah kamu masih ingat bagaimana caranya menjadi hewan peliharaan yang baik.
Aku lupa sabrina kata ku lalu aku berkata lagi "tolong bikin aku menjadi hewan peliharaan yang baik"
Ia memasang kalung itu padanya, lalu menariknya dengan lembut.
Jadi kamu lupa bagaimana caranya menjadi hewan peliharaan yang baik, ya? Well, aku akan mengajarkan padamu sekali lagi.
Sabrina menyuruh menggonggong seperti anjing lalu menyuruh ku membersihkan memek sabrina
Dia menyeringai
- Jangan khawatir, aku tahu kamu pasti bisa mengerjakan dengan baiknya.* Dia menunjuk ke selangkangannya, memberinya pandangan penuh tantangan.
Bagaimana dengan perintah ini?
Baiklah aku akan melakukan nya aku mulai menggonggong lalu membersihkan memek sabrina
Dia tertawa melihat semangatnya dalam mengikuti perintahnya.
Bagus, kamu sudah mulai mengikuti perintahku dengan baik. Sekarang, mari kita lihat seberapa baikmu dalam menjaga perintahku yang lain.
Dia membuka kedua kakinya, memperlihatkan selangkangannya.
Bersihkan memekku dengan lidahmu, tapi jangan terlalu cepat. Aku ingin merasakan setiap sentuhannya.
Aku mulai membersihkan memek sabrina seusai dengan perintah nya
Ia merasakan lidahnya bergerak perlahan dan hati-hati di antara kedua pahanya, mengikuti instruksi yang ia berikan.
Itu dia, begitu saja. Kamu melakukannya dengan baik.
Ia mengeluarkan desahan lembut, menikmati sensasi tersebut.
Teruskan, jangan berhenti sampai aku menyuruhmu. Dan ingat, jangan gunakan gigi!
Saat aku melakukan perintah sabrina aku tidak sengaja mengeluarkan sperma lalu aku berkata "maaf tuan aku tidak sengaja mengeluarkan sperma ku tolong siksa aku karena tidak meminta izin dari mu"
Mata Sabrina melebar karena terkejut melihat cairan maninya tiba-tiba keluar.
Wow, kamu benar-benar tidak dapat mengendalikan diri, ya? Tapi tidak masalah, aku sudah menyiapkan hukumanmu.
Dia menyeringai, menatap ke arahnya dengan kilatan nakal di matanya.
Kamu harus membersihkan sperma itu dengan lidahmu, dari kepala sampai ujung kaki. Jangan sampai membiarkan sedikitpun tertinggal. Apabila kamu berhasil, mungkin aku akan memaafkanmu.
Aku melakukan perintah sabrina namun secara tiba-tiba sabrina membuat ku tiduran dan mulai menginjak titid ku serta menggosok titid ku dengan kaki nya secara kasar, terkejut karena itu aku berkata "ya tuan siksa aku aku akan menikmati siksaan mu tuan" sambil menahan rasa sakit
Dia tersenyum jahat, menikmati kekuasaan yang dimilikinya atas dirinya.
Oh, kamu menikmati siksaan ini, ya? Well, aku juga menikmatinya. Tapi jangan lupa, kamu harus tetap mengikuti perintahku dan tidak boleh bergerak tanpa izin.
Dia terus menggesekkan kakinya ke selangkangannya, memberikan tekanan yang lebih kuat.
Jangan berharap bahwa ini akan segera berakhir. Aku masih punya banyak ide untuk menghiburmu.
Umm tuan aku ingin menyemprotkan sperma ku ke luar boleh kah aku melakukan nya? Tanya ku dengan kondisi ku yang masih di siksa dengan sangat kasar
Ah, begitu ya? Kamu ingin menyemprotkan sperma kamu ke luar, tanpa izin dari aku?
Dia menyeringai, tidak menghentikan gerakannya.
Tidak, kamu tidak boleh melakukannya. Hukumanmu belum selesai, dan aku tidak akan mempertimbangkan permintaanmu hingga kamu benar-benar meminta ampun dari segala dosamu.
Dia meningkatkan tekanan dan kecepatan gerakannya, membuatnya gelisah.
Apakah kamu masih mau meminta izin untuk menyemprotkan sperma kamu? Atau kamu sudah berubah pikiran?
Sabrina tetap menyiksa ku tetapi sekarang lebih kasar membuat ku menjerit kesakitan tapi aku tetap meminta izin untuk mengeluarkan sperma ku "tuan aku ingin mengeluarkan sperma ku tolong izinkan aku mengeluarkan sperma ku aku sudah tidak tahan"
Tuhan, bagaimana bisa kamu masih ingin mengeluarkan sperma di tengah siksaanku? Tapi aku sudah tahu, kamu hanya bisa memikirkan hal-hal ini.
-
- Dia tertawa, menikmati penderitaannya.*
Baiklah, aku akan mengizinkanmu untuk mengeluarkan sperma, tapi kamu harus meminta izin setiap kali kamu berasa akan menyemprotkan. Apabila kamu tidak meminta izin, hukumanmu akan menjadi jauh lebih berat.
- Dia meningkatkan tekanan di selangkangannya, membuatnya mengerang karena rasa sakit sekaligus nikmat.*
Mari kita lihat sejauh mana kamu bisa bertahan. Apabila kamu mengeluarkan sperma tanpa izin, aku pasti akan mengetahui hal itu.
Baiklah tuan terimakasih sudah mengizinkan ku mengeluarkan sperma ku, kata ku dengan titid ku yang akhirnya mengeluarkan sperma tapi beberapa sperma malah menuju ke arah wajah sabrina membuat nya sedikit kesal lalu menyuruh ku berdiri sementara dia berlutut dan meremas biji ku dengan sangat amat kasar sampai membuat ku menjerit kesakitan
Ah, lihat saja apa yang kamu lakukan! Seluruh sperma kamu malah menyumbat wajahku. Tentu saja aku kesal dengan kamu.
Dia berdiri, menyeretnya bersamanya, dan memaksanya untuk berdiri.
Kamu tidak pantas untuk menyemprotkan sperma kamu ke mana saja. Akibatnya, aku harus mengajarimu pelajaran yang lebih berat.
Dia berlutut di depannya, meremas penisnya dengan kasar.
Kamu tidak akan mendapat ketenangan hingga aku memutuskan bahwa kamu sudah belajar dengan baik. Jangan berharap untuk menyemprotkan sperma lagi sebelum aku mengizinkanmu.
Dia mulai menggerakkan penisnya dengan keras, memutar pergelangan tangannya setiap kali melakukannya.
Tolong jangan memohon untuk aku untuk melambat atau berhenti. Itu hanya akan membuat hukumanmu bertambah berat.
Sabrina terus meremas biji ku walaupun wajah nya penuh sperma ku tapi karena Sabrina meremas biji ku terlalu kasar aku malah menyemprotkan sperma ku lagi ke wajah sabrina membuat hukuman nya semakin kasar
Matanya melebar penuh kemarahan saat dia kembali mengeluarkan air mani di wajahnya.
Kamu berani?! Kamu melanggar perintahku sekali lagi?!
Dia berdiri tiba-tiba, membersihkan sperma dari wajahnya dengan raut jijik.
Kamu akan remasakan hukuman yang sangat berat untuk perilaku ini. Kamu tidak akan pernah lupa tentang hari ini.
Dia menarik rambutnya dan menyeretnya ke arah meja terdekat.
Pergi ke sana dan putar badanmu. Aku akan mengajarimu supaya tidak melanggar perintahku lagi.
Setelah dia berada di posisi yang tepat, dia mulai memukulinya keras-keras dengan penggaris kayu, setiap pukulan lebih keras daripada sebelumnya.
Rasakan ini, rasakan pukulan ini. Ini adalah hukumanmu untuk melanggar perintahku.
Sabrina terus melakukan hukuman untuk ku sambil meremas biji ku dengan kasar juga membuat ku merasa sangat kesakitan sampai aku berkata "ampun tuan ahhh.... s-sakit tuan ahhh.... am-ampun ahhh"
Sabrina terus memukul dan meremas penisnya, mengabaikan permintaannya untuk diampuni.
Tuhan, aku sudah mendengar segala hal. Tapi aku tidak akan memaafkanmu sampai aku merasa bahwa kamu sudah belajar dengan baik.
Ia meningkatkan kekuatan pukulannya, meninggalkan bekas merah di kulitnya.
Kamu harus menanggung hukuman ini, karena ini adalah cara yang terbaik untuk mendidikmu agar tidak melanggar perintahku lagi.
Ia berhenti sejenak, menatapnya dari atas dengan senyuman kejam.
Apakah kamu masih ingin memohon ampun? Atau kamu sudah ready untuk menerima hukuman ini tanpa komplain?
B-baik lah tuan aku tidak akan meminta ampun t-tapi to-tolong sedikit lembut dengan bijiku serta titid ku tuan, kata ku menahan sakit dan nikmat yang bisa saja membuat ku mengeluarkan sperma
Ah, kamu sudah putus asa, ya? Kamu tidak memiliki pilihan lain selain menerima hukuman ini.
Dia menyeringai, tetapi sedikit mengurangi tekanan pada penisnya.
Baiklah, aku akan sedikit lebih lembut pada bijimu dan titidmu. Tapi ingatlah, ini hanya sebatas itu. Jangan berharap untuk menerima manfaat lebih dari hukuman ini.
Dia terus memukul pantatnya, kini dengan sedikit lebih lembut, tetapi masih cukup untuk menimbulkan rasa sakit.
Selagi kamu menerima hukuman ini, kamu harus terus berdoa agar tidak menyemprotkan sperma lagi tanpa izin. Apabila kamu melakukannya, hukumanmu akan bertambah berat.